Demi Waktu, Segerakanlah

Dari waktu, lahirlah kehidupan. Dari waktu, seseorang dibekap kerugian. Dari waktu pula, berseliweran antara kemapanan dan kemalangan. Karena itu, waktu ibarat sebilah pedang. Ia bisa menyebabkan kematian. Di saat yang lain, ia bisa memberi banyak hal. Berikut sharing dari Ust. Arifin Ilham, semoga bisa bermanfaat bagi saya dan siapa pun yang membutuhkannya.

Sungguh beruntung mereka yang bisa menjadikan waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Jadi, sangat baik apabila kita mengisi lembar hidup kita yang masih tersisa dengan amal-amal terbaik. Waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali. Pun, waktu yang akan datang tak mungkin ditahan. Untuk itu, kita mesti segera melakukan amalan berikut, tanpa ada niat menundanya.

Taubat
Tidak ada amalan yang bisa menyegerakan lahirnya kebaikan, kecuali taubat. Dari taubat, terbuka pintu rahmat dan keberkahan. Taubat memberikan seseorang kesempatan untuk meraih apa yang tidak ia dapatkan.

Shalat
Satu di antara kealpaan besar adalah menunda waktu shalat. Dan orang yang berani menunda shalat, apalagi sampai meninggalkannya, berarti ia tidak yakin kepada kematian yang suatu saat akan menjemputnya.

Membayar hutang
Rasulullah dan para sahabat menunda menshalati mayit yang masih mempunyai hutang. Karenanya, jangan tunda membayar hutang jika sudah mampu untuk membayarnya. Kelak, di akhirat, amal kebaikan seseorang akan berpindah kepada yang memberi hutang, lantaran di dunia tidak membayar hutang meski memiliki kemampuan.

Sedekah
Bersedekah berarti MEMANGGIL REZEKI yang berlimpah. Dan menunda bersedekah sama saja dengan menunda datangnya rezeki yang berlimpah.

Berbuat baik
Don’t wait until tomorrow what we can do today. Tentunya ini untuk pekerjaan yang baik. Mengapa? Karena beban dan kewajiban esok hari sudah berbeda nuansanya dengan hari ini. Ketika telah selesai mengerjakan suatu amalan, maka bergegaslah mengerjakan amalan lain.

Selain kebaikan-kebaikan di atas, masih ada beberapa amalan lainnya yang alangkah baiknya untuk segera dilakukan, yaitu menikah, berwasiat, menguburkan jenazah, dan meminta maaf. Khusus untuk meminta maaf, kesalahan yang belum termaafkan akan menjadi hambatan saat kita menghadapi pengadilan-Nya kelak.

 

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s