Dengan Tekun “Belajar” Kita Akan Maju dan Sukses

Belajar, merupakan kata yang tidak asing bagi kita. Mulai sejak kecil hingga dewasa kita akan mendengar istilah “belajar” ini. Terlebih kita sendiri mengalami dan melakukan aktivitas yang dinamakan “belajar ” baik di sekolah seperti SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi dan di luar institusi formal kita akan belajar.

Kenapa sih kita harus belajar??? pertanyaan sederhana tapi cukup untuk membuat kita berpikir sejenak, oiya untuk apa ya….. sejak kecil hingga saat ini dengan belajar apa yang saya dapat, apa yang berubah dan berkembang dari belajar yang telah dialami.

Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon.  Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.  Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon.

Menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun ia hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan.

Menurut Thorndike menyatakan bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon yaitu ineraksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Dari defenisi ini maka menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.

Dari pengertian di atas tentang belajar, kita dapat menyimpulkan bahwa belajar itu adalah merupakan suatu kegiatan yang di dalamnya terjadi proses interaksi rangsangan perubahan pola pikir dan tingkah laku/tindakan.

Oleh karena itu, orang yang belajar dengan orang yang tidak belajar dapat dilihat dari sikap, tindakan, dan pola pikirnya.

Bangsa yang maju adalah bangsa yang masyarakatnya suka untuk belajar. Belajar apa sih yang harus dipelajaro? Pokoknya belajar apa saja yang dan mengembangkan ilmunya yang menjadi minatnya agar bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang banyak. Kita dapat mencont0h negara Jepang, yang dulunya sempat diluluh lantahkan oleh tentara sekutu dengan di bom nuklir hingga hancur negaranya. Apakah mereka cuma meratapi nasib??? Owh, tidak…. mereka justru termotivasi dan bangkit agar pengalaman yang menghancurkan negaranya tidak terulang kembali. Hal ini dapat kita saksikan bagaimana Jepang merupakan salah satu raksasa di bidang Ekonomi dan Teknologi dalam kawasan Benua Asia, bahkan Amerika Serikat saja kewalahan menghadapi perang teknologi dengan Jepang.

Bagaimana hal itu bisa terjadi, dari bangsa yang hancur dan luluh lantar hingga maju, berkembang dan berjaya??? Hal itu jawabannya adalah belajar. Mereka mengerahkan para golongan yang terpelajar untuk menimba ilmu dan belajar dengan bersungguh-sungguh dan disiplin tinggi dan ilmu yang didapat itu dikembangkan untuk kemakmuran rakyatnya.

Apakah kita bangsa Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terluas di dunia dan memiliki sumber daya alam yang sangat- sangat kaya dan melimpah ruah sudah merasakan kemakmuran????? Seperti yang kita rasakan kemakmuran belum dirasakan di segenap wilayah negara Kesatuan RI. Yang ada di masyarakat yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin.

Untuk itulah, kita sebagai generasi penerus baik dari latar belakang manapun serempak dan bersama-sama untuk semakin giat belajar dan belajar dan belajar. Yang masih pendidikan bawah, menengah dan atas hendaklah memperdalam ilmu yang dipelajarinya dengan semakin sungguh-sungguh dan bagi sudah berada dalam pendidikan di perguruan tinggi hendaklah semakin mengasah ilmunya agar semakin berkembang dan dapat dibagi-bagi agar ilmu yang didapat bermanfaat demi kemakmuran bersama. Amin

Akhirnya, siapapun juga baik anak-anak, remaja, dan orang dewasa jangan sia-siakan waktu dan terbuang pada hal yang tidak berfaedah. Manfaatkanlah belajar baik dengan membaca, menelaah, diskusi dan mempraktekkan ilmu yang telah didapat agar kita menjadi orang yang dapat mengamalkan ilmu yang didapat.  “Menuntut ilmu wajib bagi seorang laki-laki & wanita,  sejak dari janin hingga liang lahat”

By :  Na’im Zinta Khan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s